Selasa, 09 Februari 2010

Iman Yang Mahal

Pollicarpus adalah uskup kota Smirna (sekarang daerah Izmir, Turki.
Kota ini juga disebut dalam Wahyu 2:8-11). Ketika itu sedang terjadi
penganiayaan besar-besaran terhadap orang kristiani. Mereka dikejar
hendak dibunuh kalau tidak mau mengakui kaisar sebagai Tuhan.
Pollicarpus juga ditangkap. Sebenarnya, ia punya kesempatan untuk
melarikan diri, tetapi ia memilih bertahan. Kepadanya lalu diberikan
pilihan: mengakui Kaisar sebagai Tuhan atau dibakar hidup-hidup?

Jawab Pollicarpus, "Selama 88 tahun aku melayani Dia, tidak sekali
pun Yesus mengecewakan aku. Bagaimana mungkin sekarang aku menghujat
Rajaku yang telah menyelamatkan aku?" Ia akhirnya mati. Namun, ucapan
Pollicarpus di ujung usianya itu menjadi sangat terkenal, dan
menggambarkan seseorang yang bersedia mati demi mempertahankan
kesetiaan pada imannya.

Iman, seperti juga cinta, teruji pada saat yang sulit. Semakin mahal
"harga" yang harus dibayar untuk iman kita, maka semakin cemerlanglah
"kilau" yang ditampakkannya. Kesaksian hidup Pollicarpus di atas
menunjukkan hal itu. Sangat menggugah hati. Sejalan dengan yang
dinasihatkan Petrus kepada jemaatnya yang tengah menanggung rupa-rupa
pencobaan. "Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian
imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana,
yang diuji kemurniannya dengan api" (ayat 7).

Apakah saat ini iman Anda tengah mengalami tantangan dan tentangan
berbagai kesulitan? Jangan kecil hati. Lihatlah itu sebagai
kesempatan untuk "naik kelas". Berjalan terus dalam iman. Apabila
semua itu berlalu, dan Anda keluar sebagai pemenang, sungguh alangkah
indahnya, bukan? --AYA

KALAU KITA TIDAK PERNAH MENGALAMI "UJIAN"
KITA TIDAK AKAN PERNAH "NAIK KELAS"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar